Senin, 30 September 2013

Gejala Sakit Vertigo

Kerjaan banyak, stres, Baju tidak muat dan lain-lain. Akibatnya uring-uringan, ngomel kanan dan kiri, mata sembab, kepala pusing, tidak bisa tidur, susah makan, atau malahan banyak makan. Stres seakan sudah menjadi gaya hidup kaum metropolitan di zam sekarang ini. Namun bukan berarti hal ini dapat dihiraukan begitu saja. Stres bisa menyebabkan depresi, kepanikan yang berlebihan, migrain bertigo, tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit lainnya. Jadi bagaimana mengatasinya. 



Gejala Vertigo biasanya gangguan keseimbangan berupa seranagn tujuh keliling berulang yang dapat disertai mual dan muntah. Dapat berlangsung beberapa menit samapai beberapa jam. Di luar serangan penderita bebas dari gejala atau paling hanya mengeluh gangguan keseimbangan ringan. 

Gejala gangguan pendengaran yang fluktuatif berupa telinga berdenging dan taua kurag dengar yang timbul bersamaan dengan serangan tujuh keliling. 

Gejala Vertigo:

  • Sensasi pusing berputar hingga kehilangan kkeseimbangan tubuh
  • Mual, muntah
  • Pucat
  • Denyut jantung meningkat
  • Pingsan
  • Gangguan keseimbangan

Faktor penyebab Vertigo:

  • Terganggunya jalur penglihatan
  • Sensor saraf di pergelangan kaki dan sendi terganggu
  • Tumor otak kecil
  • Pendarahan otak kecil
  • Infeksi telinga tengah

Vertigo adalah gejala yang dialami oleh individu yang merasa sekelilingnya berputar. Individu yang bersangkutan merasakan adanya sensasi berputra-putar atau berbelok-belok, yang disertai dengan rasa mual, muntah, telinga berdenging, sakit kepala dan kelelahan. Penderita penisng yang bukan synope dan buka vertigo, akan merasa seolah-olah tidak dapat menjaga kesimbangan badan dan kondisinya lebih buruk dengan melakukan gerakan. Vertigo hampir selalu berhubungan dengan masalah pada selaput gendang telinga, yakni disebut dengan ketidakaturan vestibular. 

Dalam keadaan ketidakaturan vestibular tertentu yang hebat disebut dengan Meniere.
Penyakit menier berhubungan dengan volume cairan dalam selaput gendang telinga, yang disertai dengan dengungan dalam telinga, kehilangan pendengaran dan merasa seakan telinga tersumbat. 

 Penyakit vertigo dalam beberapa kasusu adanya kerusakan pada saraf yang berasal dari otak ke telinga misalnya adanya tumor atau trauma pada kepala, dapat menyebabkan vertigo yang hebat. 

Kondisi yang lain kadang-kadang menimbulkan vertigo antara lain pergeseran pembuluh darah, gangguan pada pembuluh darah otak, serta obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan perubahan dalam tekanan darah serta peredarah darah.
Kafein nikotin serta alkohol pada sebagian orang juga dapat menimbulkan pening. 

Secara umum keluhan pening berupa :

  • Rasa sekeliling berputar disertai mual, muntah
  • Rasa ringan di kepala disertai berkurang atau berkunang-kunang
  • Rasa ringan dikepala dan sdisertai denagn mual dan muntah
  • Rasa ringan di kepala disertai kehilangan kesadaarn secara tiba-tiba.

Penyakit vertigo pada Meniere terjadi secara mendadak, berulang dan berat, biasanya hilang dalam 1-2 jam bukan detik atau hari. Pengobaan Meniere pada saat serangan adalah istirahat yaitu berbaring. Upaya pencegahan dilakukan dengan pemberian diuretika dan pengurangan natrium. Terapi operatif dianjurkan untuk beberapa penyakit kronis. Vertigo pasca trauma sering terjadi dan dianggpa sebagai akibat kerusakan labirin. 
 
Penderita sering mengeluh rasa penuh pada telinga ataupun hipersensitif telinga yang sakit pada bunyi dengan intensitas tinggi. Pemeriksaan audiometri nada murni akan menujukkan penurunan ambang dengar nada rendah. Diluar serangan fungsi pendenagaran dapat normal kembali atau mungkin saja hanya mengeluh telinga berdenging. 

Dalem menentika diagnosis sindrommeniere perlu diyakini tidak terdapat kelainan lain seperti disistem saraf pusat, tumor saraf kranial VIII, kelainan sitem vestibulokoklearis dan beberapa kelainan lain seperti diatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar